mila
Blog Universitas Komputer Indonesia

team sukses Jokowi-Ahok, Aher-Deddy Mizwar

team sukses Jokowi-Ahok, Aher-Deddy Mizwar
Kemenangan Jokowi-Ahok pada pilgub Jakarta kemarin membawa teka-teki siapa orang dibalik kesuksesan kemangan Jokowi-Ahok, apakah partai yang mengusungnya, atau pembawaan Jokowi-Ahok yang memang sudah menghipnotis masyarakat Jakarta, atau kah tim suksesnya yang berada di balik panggung demokrasi mereka.
            Nama Eep Saifullah Fattah,merupakan komandir team sukses Jokowi-Ahok, bahkan Eep Saifullah Fattah sering disebut-sebut sebagai salah satu “aktor” kunci dalam kemenangan pasangan Jokowi-Ahok pada gelaran Pilkada Jakarta lalu. Hal ini saya ungkapkan berdasarkan apa yang di tulis oleh Majalah Tempo edisi 23/09/2012 yang menyebutkan nama Direktur PolMark Indonesia itu sebagai orang yang mengeluarkan peta wilayah yang harus digarap oleh pasangan Jokowi-Ahok.
            Kini, pada Pilkada Jabar 2013, nama Eep kembali muncul. Menariknya, Eep hadir bukan sebagai konsultan politik bagi pasangan Rieke-Teten, yang nota bene berasal dari partai yang sama dengan Jokowi, tetapi Eep justru berada di kubu Aher-Deddy Mizwar, yang bakal menjadi “lawan” politik bagi pasangan yang diusung oleh PDI-P tersebut.
            Yang menarik bagi saya sebagai pengamat politik amatir adalah, menunggu apakah strategi yang sama pada saat Pilkada Jakarta akan diterapkan kembali oleh Eep Saifullah Fattah pada Pilkada Jabar 2013?
            Jika di cermati kemenangan Jokowi-Ahok pada Pilkada Jakarta sangat ditunjang oleh dua faktor, yaitu intensnya Jokowi “blasak-blusuk” ke pemukiman warga dan gencarnya media tentang aktivitas Jokowi. Khusus untuk yang pertama, maka Eep-lah yang memetakan wilayah mana saja yang harus dikunjungi oleh Jokowi secara intens. Dengan gaya kampanye seperti itu, maka Jokowi akan dekat dengan rakyat dan setiap aktivitas Jokowi mengunjungi warga dipastikan akan diliput oleh berbagai media.
            Jika Eep menerapkan strategi yang sama, “blasak-blusuk”, untuk Pilkada Jabar, maka dipastikan pasangan Aher-Deddy Mizwar akan menuai banyak kendala. Salah satu yang menjadi kendala utama ialah soal cakupan Wilayah Jawa Barat yang sangat luas bila dibandingkan dengan Jakarta. Kecuali, bila Eep akan memfokuskan kunjungan dua pasangan kandidat itu hanya kepada wilayah-wilayah yang diperkirakan suara Aher dan Deddy terbilang sangat minim.
            Kemudian, Eep juga harus ingat bahwa Aher-Deddy bukanlah Jokowi-Ahok. Nama Jokowi sangat menjual kala itu. Tak heran bila media selalu mengikuti kemana Jokowi pergi, dan seluruh aktivitasnya dipastikan akan diliput oleh media. Sedangkan pada Pilkada Jabar kali ini, setidaknya ada tiga sosok artis, dengan tingkat kepopuleran yang nyaris seimbang, yang menjadi incaran pemberitaan media. Sehingga sangat riskan bila Eep menggunakan strategi yang sama pada Pilkada Jabar 2013. Belum lagi menimbang bahwa pasangan Rieke-Teten akan dipastikan akan mengusung strategi yang sama, yang pernah dipakai oleh Jokowi-Ahok pada saat Pilkada Jakarta. Sebab, belum apa-apa, dua pasangan ini telah “mencontek” gaya baju kotak-kotak ala Jokowi-Ahok.
Jadi, Eep perlu menguras isi otaknya lebih keras untuk menerapkan strategi yang tepat guna memenangkan pasangan Aher-Deddy Mizwar. Sebab, Jawa Barat bukan-lah Jakarta.
            Gelaran pilkada ini menarik untuk ditunggu, dan selanjutnya terserah anda untuk menilainya, apakah Eep mampu membawa Aher menduduki jabatan Gubernur Jabar untuk kedua kalinya?
            Jika Aher-Deddy Mizwar memperoleh kemenangan pada Pilkada Jabar maka sudah di pastikan, Eef akan semakin di perhitungkan untuk menjadi team sukses tokoh serta partai politik ternama, dan dia telah memperoleh kesuksesan pula menjadi PR partai serta tokoh politik yang mengusungnya. Karna bagi saya team sukses adalah merupakan PR dari sebuah partai serta calon pemimpin. Karna keberadaan serta strategi yang digunakannya untuk menarik simpatisan yang dalam hal ini rakyat adalah salah satu upaya serta strategi kerjanya, namun yang harus di ingat disni, adalah kebanyakan dari team sukses berbeda dengan PR, kenapa? banyak dari mereka hanya berusaha memenangkan Tokoh pemimpin untuk suatu daerah atau Negara tanpa pula memperhatikan bagaimana rakyat dengan realita kenyataannya. Banyak dari mereka yang mencari dan memenangkan keuntungan tanpa memperhatikan tanggung jawab besar dari sebuah kepemimpinan itu sendiri, jadi bagi saya team sukses hanyalah PR bagi tokoh politik, dan bukanlah PR yang sebenarnya. Karna sebenar-benarnya Pr adalah orang yang pro pada yang membayarnya dan pro pada nasib hajat hidup orang banyak ( public / Society)
 
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Jumat, 30 November 12 - 12:31 WIB
Dalam Kategori : PILKADA JAKARTA DAN JABAR
Dibaca sebanyak : 1976 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback